Minggu, 11 Mei 2014

Download Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tentang Pilpres Tahun 2014

Pilpres 2014
Sahabat Abdima,
Pemilu Legislatif telah kita laksanakan bersama, para wakil rakyat figur-figur pilihan telah memastikan diri untuk menempati kursinya, saya yakin sahabat semua tidak golput dan ikut berperan aktif dalam pemilihan mereka karena tentu demi masa depan bangsa dan demi masa depan kita semua rakyat indonesia.

Tahapan berikutnya setelah Pemilu legislatif adalah Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 Juli 2014 mendatang. Sebagai bagian dari elemen masyarakat saya yakin banyak sekali para Abdi Madrasah yang kebetulan berperan penting dalam pemilihan umum di tahun 2014 ini termasuk dalam pilpres 2014 bulan juli nanti, baik sebagai anggota KPPS, PPS, PPK, maupun sebagai anggota Panwaslu.

Sebagai insan yang terpilih sebagai penyelenggara pemilu kita harus betul-betul memahami tugas dan wewenang kita masing-masing agar dapat melaksanakan tugas sesuai dengan aturan, petunjuk dan pedoman demi suksesnya pilpres 2014.

Untuk itu mari bersama-sama kita unduh dan kita fahami peraturan KPU tentang Pilpres 2014 pada link dibawah ini :
  1. Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2014, Tentang Pencalonan Dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014. >>> Unduh
  2. Peraturan KPU Nomor 16 Tahun 2014, Tentang Kampanye Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden. >>> Unduh
  3. Peraturan KPU Nomor 17 Tahun 2014, Tentang Dana Kampanye Peserta Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014. >>> Unduh
  4. Peraturan KPU Nomor 18 Tahun 2014, Tentang Norma, Standar, Kebutuhan Pengadaan dan Pendistribusian Perlengkapan Penyelenggaraan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014. >>> Unduh
  5. Peraturan KPU Nomor 19 Tahun 2014, Tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara di Tempat Pemungutan Suara dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014. >>> Unduh
  6. Peraturan KPU Nomor 20 Tahun 2014, Tentang Pemungutan, Penghitungan dan Rekapitulasi Suara Bagi Warga Negara Republik Indonesia di Luar Negeri dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014. >>> Unduh
  7. Peraturan KPU Nomor 21 Tahun 2014, Tentang Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara dan Penetapan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Serta Penetapan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Tahun 2014. >>> Unduh
Demikian artikel mengenai Download Peraturan KPU Tentang Pilpres Tahun 2014, selamat mempelajari dan semoga ada manfaatnya.(Abdi Madrasah)

Sabtu, 10 Mei 2014

Satuan Dari Besaran Pokok : Ampere, Kelvin, Mole, Dan Kandela

Besaran dan Satuan

Sahabat Abdima,

Pada Artikel mengenai Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam sebelumnya, telah kami posting tentang Satuan Dari Besaran Pokok : Meter, Kilogram, Dan Sekon atau Detik. Pada artikel kali ini adalah lanjutan dari artikel tersebut. Sudah kita ketahui bersama bahwa Satuan Pokok SI seluruhnya ada tujuh yaitu Meter, Kilogram, Sekon, Ampere, Kelvin, Mole, Dan Kandela. Karena yang tiga sudah kami catat maka kali ini kami akan mencatat kelanjutanya yakni Ampere, Kelvin, Mole, Dan Kandela

4. Ampere
Ampere adalah satuan SI untuk arus listrik, dilambangkan dengan huruf A. Satu ampere adalah suatu arus listrik yang mengalir, sedemikian sehingga di antara dua penghantar lurus dengan panjang tak terhingga, dengan penampang yang dapat diabaikan, dan ditempatkan terpisah dengan jarak satu meter dalam vakum, menghasilkan gaya sebesar 2x10 pangkat minus 7 newton permeter. Satuan ini diambil dari nama Andre-Marie Ampère, salah satu penemu elektromagnetik.

5. Kelvin
Skala Kelvin (simbol: K) adalah skala suhu di mana nol absolut didefinisikan sebagai 0 K. Satuan untuk skala Kelvin adalah kelvin (lambang K), dan merupakan salah satu dari tujuh satuan pokok SI. Satuan kelvin didefinisikan oleh dua fakta: nol kelvin adalah nol absolut (ketika gerakan molekuler berhenti), dan satu kelvin adalah pecahan 1/273,16 dari suhu termodinamik triple pointair (0,01 °C). Skala suhu Celsius kini didefinisikan berdasarkan kelvin.

Kelvin dinamakan berdasarkan seorang fisikawan dan insinyur Inggris, William Thomson, 1st Baron Kelvin. Perkataan kelvinsebagai satuan pokok SI ditulis dengan huruf kecil k (kecuali pada awal kalimat), dan tidak pernah diikuti dengan kata derajat, atau simbol °, berbeda dengan Fahrenheitdan Celsius. Ini karena kedua skala yang disebut terakhir adalah skala ukuransementara kelvin adalah unit ukuran.

Ketika kelvin diperkenalkan pada tahun 1954 (di Konferensi Umum tentang Berat dan Ukuran (CGPM) ke-10, Resolusi 3, CR 79), namanya adalah "derajat kelvin" dan ditulis °K; kata "derajat" dibuang pada 1967 (CPGM ke-13, Resolusi 3, CR 104). Perhatikan bahwa simbol unit kelvin selalu menggunakan huruf besar K dan tidak pernah dimiringkan. Tidak sepertiskala suhu yang menggunakan simbol derajat, selalu ada spasi di antara angka dan huruf K nya, sama seperti unit SI lainnya.

6. Mole
Mole adalah satuan untuk jumlah zat. Satu mole (disingkat mol) adalah jumlah zat yang mengandung unsur elementer zat tersebut dalam jumlah sebanyak jumlah atom karbon dalam 0,012 kg karbon-12. (CGPM ke-14, 1971).

7. Kandela
Kandela adalah satuan untuk intensitas cahaya. Satu kandela (disingkat cd) adalah intensitas cahaya suatu sumber cahaya yang memancarkan radiasi monokromatik pada frekuensi 540 x 1012Hz dengan intensitas radiasi sebesar 6831 watt per steradian dalam arah tersebut (CGPM ke -16, 1979).

Demikian artikel mengenai Satuan Dari Besaran Pokok : Ampere, Kelvin, Mole, Dan Kandela, semoga ada manfaatnya._Abdi Madrasah

Jumat, 09 Mei 2014

Guru Matematika Harus Tahu Psikologi Dan Perkembangan Kognitif Piaget



Sahabat Abdima,
Kunci utama teori Piaget yang harus diketahui guru matematika yaitu bahwa perkembangan kognitif seorang siswa bergantung kepada seberapa jauh siswa dapat memanipulasi dan aktif berinteraksi dengan lingkungannya, dalam arti bagaimana ia mengaitkan antara pengetahuan yang telah dimiliki dengan pengalaman barunya. Menurut Piaget, ada tiga aspek pada perkembangan kognitif seseorang, yaitu : 
  • Struktur Kognitif;
  • Isi Kognitif ;
  • Fungsi kognitif. 
Struktur kognitif, skema atau skemata (schema) menurut Piaget, merupakan organisasi mental yang terbentuk pada saat seseorang berinteraksi dengan lingkungannya. Isi kognitif merupakan pola tingkah laku seseorang yang tercermin pada saat ia merespon berbagai masalah, sedangkan fungsi kognitif merupakan cara yang digunakan seseorang untuk mengembangkan tingkat intelektualnya, yang terdiri atas organisasi dan adaptasi. Dua proses yang termasuk adaptasi adalah asimilasi dan akomodasi.

Empat Tahap Perkembangan Kognitif Berdasarkan Penelitian Peaget

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, Piaget membagi perkembangan kognitif seseorang dari bayi sampai dewasa atas tahap seperti ditunjukkan tabel berikut :

No Umur (Tahun) Tahap
1 0 – 2 Sensori Motor
2 2 – 7 Pra-operasional
3 7 – 11 Operasional Konkret
4 11 + Operasional Formal
Pada tahap sensori motor (0-2 tahun) seorang anak akan belajar untuk menggunakan dan mengatur kegiatan fisik dan mental menjadi rangkaian perbuatan yang bermakna. Pada tahap ini, pemahaman anak sangat bergantung pada kegiatan (gerakan) tubuh dan alat-alat indera mereka. Contohnya ketika seorang anak menirukan suara suatu benda maka hal itu menandakan bahwa yang ia maksud adalah benda tersebut.

Pada tahap pra-operasional (2-7 tahun), seorang anak masih sangat dipengaruhi oleh hal-hal khusus yang didapat dari pengalaman menggunakan indera, sehingga ia belum mampu untuk melihat hubungan-hubungan dan menyimpulkan sesuatu secara konsisten. Pada tahap ini, anak masih mengalami kesulitan dalam melakukan pembalikan pemikiran (reversing thought) serta masih mengalami kesulitan bernalar dari hal-hal khusus ke umum yang disebut induktif maupun dari hal umum ke hal khusus yang disebut deduktif, karena pemikirannya masih dalam tahap transduktif (transductive), yaitu suatu proses penarikan kesimpulan dari hal khusus yang satu ke hal khusus yang lain.

Jika ia melihat suatu benda yang asalnya sama tapi dalam bentuk yang berbeda, maka si anak akan mengatakan bahwa benda tersebut adalah dua hal yang beda pula. Sebagai contoh, jika anak diberikan tali yang pada awalnya dibentangkan dari dua sisi yang berbeda, kemudian tali itu digenggam dan diletakkan begitu saja di atas meja, maka mereka akan mengatakan bahwa itu adalah dua taliyang berbeda.

Pada tahap operasional konkret (7-11 tahun), umumnya anak sedang menempuh pendidikan di sekolah dasar. Di tahap ini, seorang anak dapat membuat kesimpulan dari suatu situasi nyata atau dengan menggunakan benda konkret, dan mampu mempertimbangkan dua aspek dari suatu situasi nyata secara bersama-sama (misalnya, antara bentuk dan ukuran). Contohnya adalah konsep kekekalan luas dimana luas suatu daerah akan kekal (tetap) jika daerah tersebut dibagi menjadi beberapa bagian.

Pada tahap operasional formal (lebih dari 11 tahun), kegiatan kognitif seseorang tidak mesti menggunakan benda nyata. Tahap ini merupakan tahapan terakhir dalam perkembangan kognitif. Dengan kata lain, mereka sudah mampu melakukan abstraksi, dalam arti mampu menentukan sifat atau atribut khusus sesuatu tanpa menggunakan benda nyata. Pada permulaan tahap ini, kemampuan bernalar secara abstrak mulai meningkat, sehingga seseorang mulai mampu untuk berpikir secara deduktif.Contohnya, mereka sudah mulai mampu untuk menggunakan variabel.

Tahapan perkembangan yang dicantumkan oleh Piaget di atas dapat dijadikan salah satu rujukan guru dalam merencanakan pembelajaran. Namun kondisi para siswa Indonesia kemungkinan agak berbeda dengan siswa yang diteliti Piaget. Di samping itu, ada juga pendapat yang menyatakan bahwa bagi seseorang yang telah berada pada tahap operasional formal sekalipun, untuk hal-hal yang baru, mereka masih membutuhkan benda nyata ataupun gambar/diagram. Karenanya, faktor nyata’ atau ‘real’ pada proses pembelajaran ini akan sangat menentukan keberhasilan ataupun kegagalan pembelajaran di kelas.

Demikian artikel mengenai Guru matematika Harus Tahu Psikologi Dan Tahap Perkembangan Kognitif Piaget, semoga ada manfaatnya._Abdi Madrasah

Daftar NRG Guru Kemenag Lulusan Sertifikasi 2013 LPTK IAIN Walisongo Semarang

NRG Walisongo

Dalam skala Nasional Guru yang mengikuti Sertifikasi dalam binaan Kementerian Agama RI Tahun 2013 berjumlah 78.113 orang guru yang dilaksanakan di 59 LPTK penyelenggara sertifikasi guru. Dari sejumlah guru tersebut yang dinyatakan lulus sertifikasi guru tahun 2013 sebanyak 75.514 orang guru berarti prosentase kelulusannya sebesar 96,67%.

Bagi Guru yang sudah dinyatakan lulus dan telah menerima sertifikat pendidik dari LPTK masing-masing selanjutnya akan menerima Nomor Register Guru (NRG) yang dalam hal ini diterbitkan oleh Pusat Pengembangan Profesi Pendidik Kemdikbud.

Tertanggal 8 April 2014 Kepala Pusat Pengembangan Profesi Pendidik Kemdikbud telah menerbitkan NRG Guru Binaan Kemenag Lulusan Sertifikasi 2013 yakni sejumlah 74.881 (99,16%) dan sisanya sebanyak 633 orang guru belum memiliki NRG karena masih perlu diKlarifikasi datanya terkait dengan :
  • NUPTK yang dipakai orang lain
  • Diduga mengikuti sertifikasi yang kedua
Sebagai bagian dari 59 LPTK penyelenggara sertifikasi guru binaan Kemenag, Pada Tahun 2013 LPTK IAIN Walisongo Semarang telah melaksanakan berbagi tahapan proses Sertifikasi Guru dalam jabatan dimulai dari pelaksanaan Uji Kompetensi Awal (UKA) hingga kemudian Pelaksanaan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG). Dari sebanyak 9.585 Guru yang telah mengikuti UKA hanya sebanyak 8.730 guru yang dapat mengikuti PLPG baik reguler maupun dari kuota tambahan.

Dari 8.730 guru yang mengikuti PLPG baik reguler maupun dari kuota tambahan yang diselenggarakan oleh LPTK IAIN Walisongo Semarang hasilnya tidak semuanya Lulus, ada sebagian kecil yang dinyatakan tidak lulus. Berapa angka dan prosentase yang lulus dan berapa angka dan prosentase yang tidak lulus kami kurang tahu infonya (Bagi yang tahu silahkan tambahkan pada kolom komentar).

Sahabat Abdima,
Bagi yang mencari dan membutuhkan Daftar NRG Guru Binaan Kemenag Lulusan Sertifikasi 2013 LPTK IAIN Walisongo Semarang silahkan klik tautan dibawah ini:

Kamis, 08 Mei 2014

Satuan Dari Besaran Pokok : Meter, Kilogram, Dan Sekon atau Detik

Sahabat Abdima,
Besaran panjang, massa dan waktu disebut besaran pokok, karena dari besaran ini dapat diturunkan besaran-besaran yang lain seperti gaya dan energi. Besaran pokok didefinisikan sebagai besaran yang satuannya telah ditetapkan terlebih dahulu. Satuan dari besaran pokok disebut satuan pokok.

Penggunaan berbagai macam satuan untuk besaran menimbulkan suatu kesukaran, alat ukur suatu satuan tertentu menjadi macam-macam, yang lebih menyulitkan lagi bahwa orang harus menyesuaikan diri terhadap berbagai macam satuan. Dengan demikian diperlukan menetapkan satuan standar besaran pokok. Syarat untuk membuat satuan standar yang berguna adalah praktis digunakan, mudah didapat, mudah dibuat ulang, dan tetap setiap saat.

Besaran dan Satuan

Maka seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan sejumlah penemuan oleh para ilmuwan, standar satuan terus berubah. Sebagai contoh, standar meter mengalami perubahan beberapa kali dimana yang digunakan sekarang ditetapkan pada tahun 1983 dan dianggap yang paling tepat sampai saat ini.

Satuan Pokok SI seluruhnya ada tujuh, yaitu seperti yang terlihat pada Tabel dibawah ini :

Besaran Satuan Simbol
Panjang meter m
Massa kilogram kg
Waktu sekon s
Kuat arus listrik ampere A
Suhu kelvin K
Jumlah zat mol mol
Intensitas cahaya
Candela
Cd
1. Meter
Batangan standar Prototipe Meter Internasional terbuat dari platinum-iridium. Batangan ini digunakan sebagai standard sampai tahun 1960, dimana sistem SI yang baru menggunakan pengukuran spektrum kripton(crypton) sebagai dasarnya. Pada tahun 1983, satuan meter yang berlaku didefinisikan berdasarkan kecepatan cahaya di ruang hampa.

Meter pada awalnya ditetapkan oleh Akademi Sains Perancis (Académie des Sciences) sebagai 1/10.000.000 jarak sepanjang permukaan Bumi dari Kutub Utara hingga Khatulistiwa melalui meridian Paris pada tahun 1791, dan pada 7 April 1795 Perancis menggunakan meter sebagai jarak resmi untuk panjang. Ketidakpastian dalam pengukuran jarak tersebut menyebabkan Biro Berat dan Ukuran Internasional (BIPM - Bureau International des Poids et Mesures) menetapkan 1 meter sebagai jarak antara dua garisan pada batang platinum-iridium yang disimpan di Sevres, Perancis pada tahun 1889.

Pada tahun 1960, ketika laser diperkenalkan, Konferensi Umum tentang Berat dan Ukuran (Conference Generale des Poids et Mesures/CGPM) ke-11 mengganti definisi meter sebagai 1.650.763,73 kali panjang gelombang spektrum cahaya oranye-merah atom kripton-86 dalam sebuah ruang vakum.

Pada tahun 1983, BIPM menetapkan meter sebagai jarak yang dilalui cahaya melalui vakum pada selang waktu 1/299.792.458 detik (kecepatan cahaya ditetapkan sebesar 299.792.458 meter per detik).Oleh karena kecepatan cahaya dalam vakum adalah sama di manapun juga, definisi ini lebih universal dibandingkan dengan jarak ukur lilit bumi atau panjang batang logam tertentu.

Oleh karena itu, jika batang logam itu hilang atau musnah, panjang meter standar masih dapat diulangi dalam laboratorium manapun. Selain itu secara teori dapat diukur dengan lebih tepat dibandingkan dengan ukuran yang lain.

2. Kilogram
Standar internasional untuk massa adalah sebuah silinder platina-iridium yang disebut kilogram standar. Kilogram disimpan di Lembaga Berat dan Ukuran Internasional, Sevres dekat Paris, dan berdasarkan perjanjian internasional memiliki massa satu kilogram standar ini. Satu kilogram adalah massa sebuah kilogram standar yang disimpan di The International Bureau of Weighs and Mea.

3. Sekon atau Detik
Detik atau sekon adalah satuan waktu dalam SI, dimana penentuan standarnya menggunakan frekuensi yang dipancarkan atom cesium setelah atom tersebut menyerap energi. Satu sekon didefinisikan sebagai selang waktu yang diperlukan oleh atom Cesium-133 untuk melakukan getaran sebanyak 770 631 192 9 kali.

Rabu, 07 Mei 2014

Download Aplikasi Dekstop Lengkap Pendataan Emis Semester Genap Tahun Pelajaran 2013/2014

Dekstop Emis
EMIS sebagai salah satu prasyarat penting dalam pengelolaan data baik di tingkat pusat maupun daerah dan keberadaanya memiliki peran signifikan dalam pengambilan kebijakan oleh Kementerian Agama, seperti BOS, BSM, selain itu Emis juga digunakan untuk mendukung perumusan kebijakan program pendidikan Islam, dan penyusunan laporan rencana aksi Inpres Prioritas Nasional Tahun 2014.

Madrasah Swasta di lingkungan Kementerian Agama wajib meng-update data madrasah masing-masing melalui sistem aplikasi yang dikelola oleh EMIS PENDIS. Bagi Madrasah yang tidak melakukan update data pada EMIS maka jangn berharap akan dapat mendapat bantuan sarana prasarana dan bantuan lainnya dari Kementerian Agama.

Bahkan saking urgentnya update data ini, Direktur Pendidikan Madrasah, Nur Kholis Setiawan, sampai-sampai pernah mengatakan dan menggunakan kata haram mendapat bantuan sarana prasarana dari kemeneg bagi madrasah yang belum atau tidak mengupdate data EMIS.

Karena hal tersebut tak heran jika saat ini seluruh madrasah melalui operator/admin masing-masing Madrasah sedang sibuk melakukan update data Emis, dimulai dari mengisi atau menginput data excel yang telah disediakan oleh Emis Pendis yang terdiri atas 3 file meliputi: lembaga, personal dan siswa setelah selesai kemudian menggunakan Aplikasi Dekstop.

Pada posting beberapa waktu yang lalu sudah kami share mengenai Form Excel Pendataan Emis Semester Genap Tahun Pelajaran 2013/2014 Untuk Madrasah, bagi segenap rekan operator mudah-mudahan pengisian Form excelnya berjalan lancar dan pada posting kali ini akan kami share langkan selanjutnya yakni mengenai Aplikasi Dekstop Pendataan Emis Semester Genap Tahun Pelajaran 2013/2014.

Silahkan Unduh pada Link dibawah ini :

Aplikasi Pendataan Emis Semester Genap Tahun Pelajaran 2013/2014

Versi Windows 32 bit Versi Windows 64 bit Update Aplikasi
Aplikasi Validasi MI Aplikasi Validasi MI Update Aplikasi Validasi MI
Aplikasi Validasi MTs Aplikasi Validasi MTs Update Aplikasi Validasi MTs
Aplikasi Validasi MA Aplikasi Validasi MA Update Aplikasi Validasi MA
Petunjuk Petunjuk Petunjuk Update Aplikasi Dekstop
Daftar Madrasah Daftar Madrasah

Mata Pelajaran Matematika dan Tugas Utama Guru Matematika

Teori belajar dalam pembelajaran Matematika

Sahabat Abdima,
Mata Pelajaran Matematika sering dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit oleh sebagian siswa.Hasil rata-rata nilai Ujian Nasional (UN) siswa; baik di SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, maupun SMK/MAK yang rendah seakan -akan membenarkan pendapat bahwa matematika m erupakan pelajaran yang sulit. Apalagi kalau kita mempelajari nilai TIMSS atau PISA siswa Indonesia dan membandingkannya dengan nilai siswa dari negara lain.

Tidak hanya itu, ada sebagian siswa menganggap bahwa dirinya tidak memiliki bakat untuk mempelajari matematika. Jika ada siswa yang memiliki anggapan atau keyakinan (belief) seperti itu, maka ia sepertinya sudah memvonis dirinya untuk tidak usah dan tidak akan mampu mempelajari matematika, karena meskipun ia mempelajari matematika maka ia akan tetap tidak akan berhasil mempelajari. Tentunya, anggapan seperti itu cukup mengkhawatirkan dan perlu pemikiran dan penanganan yang lebih cermat untuk dilakukan perbaikan, terutama oleh para guru SD, alasannya jika ada siswa SD yang memiliki anggapan atau keyakinan (belief) bahwa dirinya tidak memiliki bakat untuk mempelajari matematika maka keyakinan tersebut akan terus dibawanya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Untuk itu perlu dilakukan upaya-upaya oleh guru sebagai praktisi langsung di lapangan pendidikan yang dapat mengubah pola pikir siswa, bahwa matematika yang dianggap sulit menjadi matematika yang dianggap mudah bagi siswa.

Tugas seorang guru matematika menurut Permendiknas 22 Tahun 2006 (Depdiknas, 2006) tentang Standar Isi adalah membantu siswa untuk mendapatkan:
  1. Pengetahuan matematika yang meliputi konsep, keterkaitan antar konsep, dan algoritma;
  2. Kemampuan bernalar;
  3. Kemampuan memecah kan masalah;
  4. Kemampuan mengomunikasikan gagasan dan ide; serta
  5. Sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan.
Secara umum, tugas utama seorang guru matematika adalah membimbing siswa terkait bagaimana belajar yang sesungguhnya (learning how to learn) dan bagaimana memecahkan setiap masalah yang menghadang dirinya (learning how to solve problems) sehingga bimbingan tersebut dapat digunakan dan dimanfaatkan di masa depan mereka. Karena itu, tujuan jangka panjang pembelajaran adal ah untuk meningkatkan kompetensi para siswa agar mereka ketika sudah meninggalkan bangku sekolah akan mampu mengembangkan diri mereka sendiri dan mampu memecahkan masalah yang muncul.

Demikian artikel mengenai Mata Pelajaran Matematika dan Tugas Utama Guru Matematika, semoga ada manfaatnya._Abdi madrasah